Motivasi & Inspirasi

Seorang Santri menjadi Pengusaha

Kita Flasback sedikit .

Detik, Menit, Jam, Bulan dan Tahun terus berputar tidak pernah ada yang menghalangi dan menguasai untuk berhenti, kecuali Allah swt. Sudah lebih dari 5 tahun aku belajar dipondok pesantren. pernah waktu itu teman ibuku yang anaknya masuk SMP Negeri, dengan bangga dia berkata“kamu kasian ya masuk pesantren, pasti kaya penjara disana? atauada juga yang berkata “ kok masuk pesantren, emang kenapa? Ga dapet sekolah negeri ya? '' Dalam hatiku “Liat saja kalau aku jd orang hebat, bakal mingkem tuh orang, dan memang maksudku masuk pesantren, karena mau belajar ilmu agama untuk masa depan agar bisa bermanfaat di masyarakat dan karena hidup hidup kita yang tak selamanya didunia’ Right?

Awalku masuk memang tidak dipungkiri seperti penjara, tapi ketika sudah terbiasa enggak juga. Sumpah NIKMAT & TENTRAM. Pasti ada hikmah & pelajaran dibalik perkataan itu semua. Pesantren itu tempat dimana yang banyak perjuangan & pembelajan disana, andaikan saja saya tidak belajar disana mungkin aku tidak bisa menulis artikel yang sedang kalian baca ini. Misal, Kita itu di ibarat botol kosong, yang kering lalu di isi dengan air putih & bersih, air itu ibarat ILMU pasti siapapun yang haus pasti ingin meminumnya. Karena itulah kalau kita memiliki banyak ILMU pasti kapanpun kita dibutuhkan banyak orang, bermanfaat, dan semangat dalam menjalani hidup.

Lanjut ya, ketika dipesantren itu banyak sekali kenangan pahit, manis, asam, sedih, senang yang selalu dirasakan bersama teman-teman seperjuangan. Guru-guru / ustad & ustadzah yang selalu memotivasi dalam setiap belajar, itulah yang tidak pernah aku lupakan sampai saat ini, perjuangan mereka dalam mendidik kita. Semua dirasakan selalu bersama. together.

Ada juga nih kenangan yg lucu yang masih aku ingat sampai sekarang yaitu pada waktu kita menduduk di kelas 2mts kita semua di hukum dilapangan panas-panas, kejadian ini berawal karena salah satu teman kita ketahuan mengirim surat kepada santri putri oleh OSPA, dan kadang ada yang mengirim surat diam-diam  melalui ibu cuci. Haha..  ada-ada saja ya akal nya seorang santri Mts. :D

Masa-masa SMP itu belum stabil, ingin lebih mengenal satu sama lain, tapi itulah salah satu kenangan indah di pesantren. He :D

Setelah LULUS dari Pesantren

Kami semua LULUS dari pesantren, 3 tahun berlalu.. Aku tidak mengetahui kabar semua teman-temanku yang dulu pernah menuntut ilmu & berjuang bersama. Aku dengar mereka telah menjadi orang-orang hebat & sukses ada yang kuliah diluar negeri, menjadi presenter, guru, ustad, mu’adzin & sudah pernah menunaikan ibadah haji, Weits pokoknya sukses lah. Aku pun tidak jauh beda melanjutkan ke SMA Negeri lalu memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

5th berlalu, setelah LULUS kuliah.

Jadi, setelah lulus Aku langsung melamar & diterimalah kerja di sebuah perusahaan swasta ternama yang bergerak di bidang instalasi jakarta-tangerang. Alhamdulillah dengan bekerja selama 3tahun sekarang aku mempunyai gaji yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, tidak disangka kehidupanku didunia kerja berawal dari sebuah perkenalan organisasi, seminar, dsb.
Waktu kuliah aku sering melakukan hal-hal ekstrim, bolos kuliah untuk belanja, ikut seminar, dan rapat. . Selain itu sekarang aku sering mengisi seminar wirausaha diberbagai kampus dan kantor mungkin karena aku terlihat memiliki jiwa entrepreneurship yang luar biasa kata temen-temen kantorku. Ya aku tetap mensyukuri walaupun aku cuma memiliki counter HP disetiap jakarta, karena jiwa enterpreneurku tidak akan pernah lepas dari jiwaku yang telah diberikan oleh ayahku. Prinsipku yang selalu memberikan yang terbaik dan memberikan manfaat untuk diri sendiri, sesama, dan keluarga orangtuaku.

Aku terkadang pernah berfikir pengetahuan agama ku sedikitnya sudahku miliki dari pesantren selama 6th yang lalu dan melalui pengajian ditv, radio, ataupun pengajian rutin dekat rumahku, rasanya aku tak ingin berlama-lama dalam kesendirianku. Bahkan aku sudah mempunyai bayangan tujuan dan pegangan yang kuat ketika menuju kehidupan yang baru nanti, sedangkan dalam hal wanita, tidak banyak wanita yang ku kenal secara baik kecuali hanya si dia yang dahulu sering berkomunikasi ketika dipondok itu, Hehe.

Akupun berfikir Kalau sekarang-sekarang ini aku ingin mencoba menjadi yang lebih taat sama Allah, menjadi yang baik untuk semua orang dan kedua orangtuaku, karena aku teringat sebuah ayat yang diucapkan oleh ustadz. Siapa yang taat dan bertaqwa Allah akan memperlancar segala urusan kita.
akupun selalu berdo’a dalam setiap shalatku semoga Allah memberikan istri yang baik hatinya, yang perawan, yang cantik, baik agamanya, keturunannya,  yang  jujur, setia dan taqwa (kaya lagu Waly), Hehe..

Dan diumurku yang genap 24th sekarang ini entah mengapa dalam benakku aku merasa diriku sudah cukup dari mental, financial untuk ke jenjang yang sakral itu yaa aku merasa yakin saja bahwa mungkin ini memang jalan terbaik yang Allah berikan, yang belum hanya do’a restu dari orang tuaku. Dan aku yakin bahwa Allah akan memberikan wanita yang baik untuk ku jika memang kehidupan kitapun baik kepada Allah dan kepada manusia.

Dalam saat yang bersamaan aku juga mendapatkan info dari teman-tenmannya bahwa si dia tambah shalihah, cantik, pintar, dan sedang mencari yang benar-benar serius untuk menghiasi hari-hari hidupnya. Untungnya akupun masih berteman dengannya dijejaring social facebook. Aku lihat profil dia ternyata dia masih kuliah tingkat akhir disalah satu perguruan tinggi swasta dan sedang membuat skripsi, lalu aku lihat statusnya dia kelihatannya dia habis diputuskan oleh seorang laki-laki yang ternyata seorang laki-laki itu sudah punya tunangan diluar sepengatahuan si dia. Dalam hatiku kurang asem sekali tuh orang, wanita yang pernah dahulu kucinta, sekarang telah disakiti oleh laki-laki yang tidak punya perasaan memainkan perasaan perempuan.

Akupun seperti ada sesuatu yang mendorong untuk mencoba say “ Assalam. Hai?” dan bersilaturahim kembali setelah sudah 6th tak pernah berbicara langsung dan tak pernah bertemu.
Akhirnya diapun membalas “ waslm, ini kamu ya alumni pesantren yg waktu itu?” karena memang kita sudah tdk berkomunikasi lagi

Aku: tersenyum dalam hati, dugaanku ternyata dia masih ingat denganku. “iya benar koq tau, km masih ingat dengan aku juga? Dan aku yakin sepertinya memang Allah sudah memperjalankan perjalanan cintaku. Dan aku ingin benar-benar mendapatkan yang baik, aku tidak ingin cintaku diselami oleh nafsu syahwat semata, karena itu hanya akan membawa keburukan yang Allah benci.


*Dan akhir nya mereka Berdua Menikah, hidup tentram dan bahagia. Aku pun berhenti dari pekerjaan di perusahaan swasta dan kita berdua memiliki kurang lebih ada 100an cabang counter Hp yg beromset ratusan juta per bulan berserta ratusan karyawan yang tersebar di seluruh Jabodetabek, dikota-kota besar seperti, Jabar, Jateng, Surabaya, Kalimantan, Samarinda, Cikarang, dll. #HappyEnding :)

Semoga bs menjadi inspirasi.. yg positif diambil yang buruk dibuang. 
By @nurhikmataris (AN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog